Kabupaten Bintan Kini Punya Laboratorium PCR

Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kabupaten Bintan kini sudah diresmikan. Peresmian dilakukan Sekda Bintan, Adi Prihantara di klinik pariwisata di Kawasan Wisata Bintan Resorts Lagoi, Rabu (30/12). 

Selain itu, juga dilaksanakan penyerahan bantuan barang hibah ke pelaku usaha pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19.

GGM PT. BRC, Abdul Wahab mewakili Chairman PT. BRC, Frans Gunara mengucapkan terima kasih ke Pemkab Bintan. Ia sangat bersyukur adanya bantuan alat PCR dan laboratorium tersebut.

Wahab mengatakan salah satu syarat agar dibukanya akses wisatawan mancanegara ke kawasan wisata Lagoi, Bintan yakni adanya alat PCR.

“Laboratorium PCR ini tidak hanya untuk tamu melainkan untuk masyarakat juga. Ini sangat membantu sekali, terima kasih ke Pemkab, Karantina Kesehatan dan semua pihak,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, pada tahun 2019, jumlah kunjungan wisatawan ke Lagoi lebih dari 1 juta orang, sedangkan di tahun 2020 pengunjung yang masuk ke Lagoi berkisar 150 ribu di Januari dan Februari adalah yang yang paling mendominasi.

“Kalau tidak ada COVID-19, tahun ini kemungkinan menembus 1,5 juta,” ucapnya.

Wahab mengungkapkan bahwa sejak adaptasi kehidupan baru dari 15 hotel yang ada di kawasan Lagoi, saat ini hanya ada 7 hotel yang buka. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah Singapura untuk membuka akses dari Singapura ke kawasan wisata Lagoi dengan mendatangkan konsultan dari Singapura. 

“Perkiraan kita di Februari atau mundur Maret sudah buka. Semoga tahun depan terjadi lonjakan wisatawan sekira 50 persen,” harapnya.

Peresmian tersebut juga dihadiri Kadis Kesehatan Bintan, dr Gama AF Isnaeni dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bintan, Afrizal, dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Bintan, Wan Rudy Iskandar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bintan, Wan Rudy Iskandar mengatakan pariwisata di Bintan terkena dampak COVID-19, sejak Februari terjadi penurunan tingkat hunian (okupansi) hotel dan pembatasan aktivitas masyarakat.

Untuk pemulihan, pemerintah mulai memberlakukan adaptasi kehidupan baru atau new normal di tengah pandemi COVID-19. Sejalan itu, pemerintah meluncurkan program ekonomi nasional dan penanganan COVID-19, salah satunya memberikan anggaran stimulan untuk mengerakkan ekonomi dan pariwisata daerah yang diberikan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenpar Ekraf) RI untuk 101 kabupaten/kota Se- Indonesia.

“Bintan mendapatkan alokasi anggaran sekira Rp 42 miliar. Sekira 70 persen dialokasikan ke sejumlah OPD Pemkab Bintan dan 30 persen pembelian alat-alat hibah untuk peningkatan pelayanan kesehatan. Diantaranya penyediaan laboratorium dan pembelian dua alat PCR dengan biaya sekira Rp 8 miliar, dan Rp 1 miliar pembelian alat-alat seperti APD, masker N95 dan reagen, rinciannya di Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Terdapat 205 pelaku usaha pariwisata di Bintan, tidak hanya di Lagoi namun sepanjang pantai Timur Trikora juga mendapat stimulan.“

Dari anggaran itu, Dinas Lingkungan Hidup juga menyerahkan bantuan wastafel portabel ke 100 pelaku usaha dan Dinas Pariwisata melaksanakan pelatihan CHSE untuk sekira 800 pelaku usaha di Bintan agar pekerjanya memahami tata cara protokol kesehatan dan CHSE,” jelasnya.

Terkait CHSE, Wan Rudy menyebutkan sudah ada sekitar 60 pelaku usaha di Bintan yang diaudit oleh auditor dari Kementerian Pariwisata untuk mendapatkan sertifikat CHSE.

 “Mudah-mudahan Januari sertifikasi CHSE nya keluar. Adanya CHSE memberikan jaminan kesehatan dan keamanan serta kenyamanan bagi pelaku usaha dan wisatawan di tengah pandemi COVID-19,” ujarnya.

Sumber : https://kumparan.com

 219 total views,  2 views today

About the Author

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan

Kabupaten Bintan Merupakan destinasi Wisata kelas dunia yang mempunyai keindahan alam, keragaman hayati, keunikan wisata budaya, kearifan lokal yang terpelihara sehingga sangat menarik untuk dikunjungi, Setelah sukses menggelar beberapa event olahraga dunia, Bintan akan semakin giat untuk mengadakan event wisata lainya untuk meningkatkan kunjungan Wisatawan maupun Wisnus.

You may also like these

Translate »