PROMOSI WISATA PERBATASAN, UNAIR LAKUKAN PENGABDIAN DI DESA PENGUDANG

Kegiatan pariwisata tidak hanya perkara perjalanan, hiburan, dan tempat-tempat indah. Pariwisata juga harus menjadi solusi masalah social ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan wisata harus dapat menyelesaikan problem riil di masyarakat sehingga dapat menguntungkan banyak pihak. Pada 20-23 Juni 2022, Universitas Airlangga melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan. Mengambil tema pengembangan wisata perbatasan (border tourism), kegiatan ini diklaim signifikan dalam mendukung revitalisasi wisata di Kepulauan Riau. Melalui kegiatan Airlangga Community Development Hub (ACDH), Universitas Airlangga membawa 27 orang dari 8 fakultas, yang terdiri dari dosen, mahasiswa, staf dan peneliti.

Desa Pengudang terpilih menjadi mitra UNAIR sebagai desa wisata yang memiliki komunitas dalam pengembangan wisata yang meliputi (1). Kelompok sadar wisata (2). Pemandu wisata (3). UMKM (4) Karang Taruna dan (5) Community Based Tourism. Di desa ini dilakukan aksi community participation yang merupakan bagian dari keterlibatan masyarakat lokal dalamperencanaan hingga pengelolaan kampung wisata. Sehingga kampung wisata ini berperan untuk memberi umpan balik yang positif bagi kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal.

Aktivitas community development di Desa Pengudang dikembangkan dalam 6 sasaran Sustainable Deveopment Goals (SDGs) yaitu Green Economy, Blue Economy, Digital Economy, Tourism, Health dan Gender Inclusion and Social Inclusion. Maka dari itu Fakultas-fakultas di Unair yang mencirikan disiplin keilmuan dan juga sasaran SDGs, akan terlibat langsung dalam progam pengembangan wisata perbatasan (border tourism) berkelanjutan di desa Pengudang. Kegiatan pengmas di Desa Pengudang dibagi menjadi tiga kluster: 1) Kluster Sosial Budaya, yang dikawal oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Budaya, dan Fakultas Vokasi, 2 ) Kluster Kesehatan, yang diisi oleh Fakultas Kedokteran, Fakultas Keperawatan, dan Fakultas Psikologi, dan 3) Kluster Teknologi dan Perikanan bersama Fakultas Teknologi maju dan Mkultidiplin, dan Fakultas Perikanan dan Kelautan. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bintan, Pemerintah Kabupaten Bintan, Pemerintah Desa Pengudang, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Pengmas juga melibatkan mitra akademisi internasional: National University of Singapore (NUS), Universiti Malaya (UM), dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM).

Kegiatan Airlangga Community Development Hub yang menyasar wilayah perbatasan dengan melihat permasalahan spesifik di wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau dapat meningkatkan peran nyata universitas dalam pembangunan manusia dan lingkungan di wilayah perbatasan Indonesia. Irfan Wahyudi, koordinator ACDH di Bintan menjelaskan, bahwa kegiatan pengabdian ini penting untuk membangun kemitraan universitas dengan komunitas local, terutama dalam menjawab permasalahan di desa melalui perspektif pengembangan pariwisata. Bintan sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, sangat potensial sebagai destinasi wisata local maupun internasional, perlu memberi perhatian pada pengembangan SDM, kesehatan, penggunaan teknologi digital, teknologi perikanan, dan energy terbarukan. Oleh karena itu, kegiatan ACDH secara komprehensif bersama dengan masyarakat desa Pengudang mendiskusikan dan meningkatkan kemampuan sesuai dengan aktifitas dalam tiga kluster tersebut.

Dalam kegiatan ACDH ini, UNAIR menyumbangkan paket kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui, panel listrik tenaga surya untuk pengering ikan, spinner untuk perikanan, dan peralatan kamera video 360 dan drone untuk teknologi promosi wisata. Selanjutnya, kegiatan ACDH di desa Pengudang yang menjadi pilot project UNAIR di Bintan akan dikembangkan lebih spesifik ke bidang-bidang terkait SDGs dalam tahun-tahun kedepan. Bekerjasama dengan Pemkab Bintan yang telah bersepakat dalam penandatanganan Nota Kesepahaman, UNAIR secara berkelanjutan bermitra dengan masyarakat di desa Pengudang dan dikembangkan pada desa-desa lainnya.    

 17 total views,  1 views today

About the Author

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan

Kabupaten Bintan Merupakan destinasi Wisata kelas dunia yang mempunyai keindahan alam, keragaman hayati, keunikan wisata budaya, kearifan lokal yang terpelihara sehingga sangat menarik untuk dikunjungi, Setelah sukses menggelar beberapa event olahraga dunia, Bintan akan semakin giat untuk mengadakan event wisata lainya untuk meningkatkan kunjungan Wisatawan maupun Wisnus.

You may also like these

Translate »