Moleknya Pulau Mapur di Bintan

Sebut saja Bintan, sepertinya sudah tidak terdengar asing lagi untuk wilayah yang berada di Provinsi Kepulauan Riau ini. Daerah yang kini menjadi sorotan publik karena menjadi pilot project Travel Bubble di Lagoi.Karena dianggap tujuan wisata yang paling siap menerapkan protokol kesehatan dalam kondisi terkini dalam zona hijau dan terletak di lintas perbatasan antarnegara Malaysia dan Singapura.

Desa Wisata Bahari Pulau Mapur

Bintan punya banyak pilihan destinasi untuk bisa memujudkan keinginan berlibur. Contohnya ke sebuah pulau yang sepi penghuni bisa mencoba menyusuri salah satu destinasi Wisata Bahari yakni di Pulau Mapur.

Salah satu tempat wisata berbasis masyarakat di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Bintan, dengan keindahan ekologis yang masih alami berupa hutan, pantai, serta ekosistem laut yang sangat indah.

Pulau Mapur adalah salah satu desa di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Tepatnya berada di Kecamatan Bintan Pesisir.

Dengan jarak dari Kota Tanjungpinang berkisar 50 km dan berjarak 21 km dari Kota Kijang. Dibagian Utara dan Timur berbatasan dengan Laut Natuna Utara. Sedangkan bagian Selatan berbatasan dengan Pulau Kelong dan bagian Barat berbatasan dengan Kecamatan Gunung Kijang.

Wisata bahari Pulau Mapur ini memang menjadi pilihan bagi wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara yang menyukai petualangan bawah laut, dengan menyelam atau snorkeling. Itu karena terumbu karang dan berbagai jenis ikan warna-warni menjadi panorama epik yang tidak akan terlupakan.

Sebagian besar mata pencaharian penduduk di pulau Mapur adalah sebagai nelayan. Itu karena pulau ini kaya dengan hasil lautnya yang melimpah. Suasana perkampungan melayu dengan rumah panggung di pinggir pantai adalah pandangan pertama tiba di sini.

Suku Melayu yang berkembang di Pulau Mapur juga merupakan suku berasaskan Islam. Wujud kebudayaan Kepulauan Riau hampir sama dengan wujud kebudayaan suku-suku di Sumatra, Malaysia, Singapura dan daerah yang berdekatan dengan Kepri.

Menikmati Alam Mapur yang Mempesona

Bukan hanya menyelam atau snorkeling, ada begitu banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan di Pulau Mapur. Alam bawah laut menyajikan begitu banyak experience yang tentunya sangat menyenangkan.

Ada satu keunggulan Pulau Mapur. Bukan sekedar sebagai destinasi wisata, pulau ini juga merupakan tempat belajar bagi yang tertarik akan dunia konservasi kelautan. Itu karena di Pulau Mapur menggabungkan antara pariwisata dan konservasi, yang dapat menjadikan Pulau Mapur berkembang.

Anda pernah melihat Kima? Salah satu kerang laut dengan bentuk dan ciri paling unik di antara semua jenis kerang dan sering disebut sebagai kerang raksasa (giant clams).

Nah, di Pulau Mapur bisa melihat begitu banyak kerang ini di penangkaran biota Kima (Tridacna sp) atau Taman Aquascape bawah laut hasil dari inisasi kelompok masyarakat dan Yayasan Ecology.

Selain menikmati keindahan bawah laut Pulau Mapur. Pengunjung dapat ikut berapartisipasi dalam aktifitas pelestarian lingkungan yaitu Transplantasi Karang. Bahkan setiap karang akan diberi tagging nama pengunjung itu sendiri, sebagai bentuk kenangan dan pengalaman menarik yang pernah dilakukan di Pulau Mapur.

Selain itu, juga ada lokasi Eduwisata Penangkaran Penyu. Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan keberadaan penyu dari ancaman kepunahan.

Pengunjung dapat melepas-liarkan tukik yang sudah menetas dan cukup umur ke alam bebas di pesisir pantai Pulau Mapur. Jika beruntung selain melihat penangkaran penyu dan release baby sea turtles, wisatawan juga akan diajak untuk melihat sensasi penyu bertelur (nesting turtles) pada malam harinya.

Di Mapur juga terdapat even yang bernama Eco Run Mapur Island. Berlari melintasi jalur tracking sepanjang 5 km. Yang menarik dalam event itu, wisatawan atau peserta akan merasakan semua pengalaman di atas. Serta menikmati hasil tangkapan nelayan setempat sembari menonton pertunjukan Seni Tari Tradisional Dangkong khas Melayu.

Pantai Belakang Mapur

Putih bersih, bagai tepung halus. Ya, inilah pasir di Pantai Belakang di Mapur. Berjalan di tepi pantai dengan air laut yang jernih, pastinya sangat menyenangkan.

Deburan ombak menghanyutkan suasana pagi hari, dengan langit cerah dengan awan putih bergumpal-gumpal. Meski belum familiar di telinga, ternyata pantai itu sudah dikunjungi oleh ribuan wisatawan mancanegara dari China dan Singapore. Bahkan, pantai itu disebut sebagai ‘surganya pantai’ yang tersembunyi. Karena lokasinya berada dibalik Pulau Mapur, yang berjarak jauh dari pemukiman warga Mapur.

Musim Yang Tepat ke Pulau Mapur

Bila ingin ke Mapur, harus mengetahui musim yang tepat untuk berlibur kesini. Travelling pun akan terasa sempurna karena cuaca yang mendukung untuk berpetualang.

Datanglah pada bulan April hingga November. Itu karena pada bulan tersebut ombak dan angin di laut tidak kencang.

Berbeda pada musim utara dan selatan. Angin dan ombak sangat kuat.

Menuju Ke Pulau Mapur

Ada 2 cara utama menuju Pulau Mapur di Kabupaten Bintan. Pertama melalui jalur udara di bandara Raja Haji Fisabilillah Airport Tanjungpinang dan untuk jalur laut dengan masuk melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura, baik domestik ataupun internasional.

Jika datang dari telaga punggur-Batam menuju Tanjungpinang dengan menaiki ferry ke Pelabuhan Sri Bintan Pura. Sedangkan pelabuhan Internasional berangkat dari Terminal Ferry Tanah Merah di Singapura dan Terminal Ferry Stulang Laut di Malaysia. Perjalanan ferry ini memakan waktu sekitar 1 jam dan terminal ferry Tanah Merah.

Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan transportasi darat mobil/minibus/bus yang memakan waktu sekitar 30 menit menuju Teluk Bakau, pelabuhan penyeberangan ke Pulau Mapur. Transportasi yang digunakan adalah speedboat dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.

Homestay Pilihan Menginap di Mapur

Jika Anda ingin berada lebih lama di sini. Akomodasi yang dapat digunakan adalah homestay milik masyarakat dan penginapan yang berada di Pantai Belakang.

Jika ingin datang ngetrip ke Pulau Mapur, Anda dapat menghubungi Jamal (0821 3728 0007) atau bisa menghubungi Yayasan Ecology (0821-6991-6445). www.buddyku.com

 118 total views,  1 views today

About the Author

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan

Kabupaten Bintan Merupakan destinasi Wisata kelas dunia yang mempunyai keindahan alam, keragaman hayati, keunikan wisata budaya, kearifan lokal yang terpelihara sehingga sangat menarik untuk dikunjungi, Setelah sukses menggelar beberapa event olahraga dunia, Bintan akan semakin giat untuk mengadakan event wisata lainya untuk meningkatkan kunjungan Wisatawan maupun Wisnus.

You may also like these

Translate »