logo

Yuk Intip Kemolekan Wisata Bahari Pulau Mapur Bintan

Yuk Intip Kemolekan Wisata Bahari Pulau Mapur Bintan
Keindahan terumbu karang Pulau Mapur yang dapat terlihat jelas dari atas. (Foto: GenPi Bintan)

Siapa yang kini tidak mengenal Bintan yang berada di Provinsi Kepulauan Riau. Daerah yang sudah menjadi sorotan publik karena menjadi tempat pertama penyerahan sertifikat Indonesia Care (I Do Care) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

intan dianggap one of the lowesthanging fruit dan memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata ke depan. Bahkan menjadi salah satu tujuan wisata yang paling siap menerapkan protokol kesehatan dalam kondisi terkini dalam zona hijau dan terletak di lintas perbatasan antarnegara.Desa Wisata Bahari Pulau MapurMelepas kejenuhan dan berlibur ke sebuah pulau yang sepi penghuni merupakan pengalaman yang menyenangkan untuk dilakukan. Bintan punya banyak pilihan destinasi untuk bisa memujudkan keinginan Anda ini. Kepripedia mencoba menyusuri salah satu destinasi Wisata Bahari yang berada di Pulau Mapur. Salah satu tempat wisata berbasis masyarakat di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Bintan, dengan keindahan alam dari darat hingga dasar laut, masih sangat terjaga kemolekannya.

Pulau Mapur adalah salah satu desa di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Tepatnya berada di Kecamatan Bintan Pesisir. Dengan jarak dari Kota Tanjungpinang berkisar 50 km dan berjarak 21 km dari Kota Kijang. Dibagian Utara dan Timur berbatasan dengan Laut Natuna Utara. Sedangkan bagian Selatan berbatasan dengan Pulau Kelong dan bagian Barat berbatasan dengan Kecamatan Gunung Kijang. Letaknya sangat dekat dengan negara Malaysia, loh.Wisata bahari Pulau Mapur ini memang menjadi pilihan bagi wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara yang menyukai petualangan bawah laut, dengan menyelam atau snorkeling. Itu karena terumbu karang dan berbagai jenis ikan warna-warni menjadi panorama epik yang tidak akan terlupakan.

Yuk Intip Kemolekan Wisata Bahari Pulau Mapur Bintan (1)
Ikan-ikan berwarna-warni bisa Anda lihat di bawah laut Pulau Mapur. (Foto: Jamal)

Sebagian besar mata pencaharian penduduk di pulau Mapur adalah sebagai nelayan. Itu karena pulau ini kaya dengan hasil lautnya yang melimpah. Suasana perkampungan melayu dengan rumah panggung di pinggir pantai adalah pandangan pertama saat Anda tiba disini.

Suku Melayu yang berkembang di Pulau Mapur juga merupakan suku berasas Islam. Wujud kebudayaan Kepulauan Riau hampir sama dengan wujud kebudayaan suku-suku di Sumatra, Malaysia, Singapura dan daerah yang berdekatan dengan Kepri. Menikmati Alam Mapur yang MempesonaBukan hanya menyelam atau snorkeling, ada begitu banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan di Pulau Mapur. Alam bawah laut menyajikan begitu banyak experience yang tentunya sangat menyenangkan.Salah satu warga yang sering membawa pengunjung ke desa wisata ini adalah Jamal yang digandeng bersama Yayasan Ecology sebagai pendamping desa wisata. Ia mengatakan saat tiba di Mapur, ada banyak hal yang dapat dirasakan dan dilihat. Ada satu keunggulan Pulau Mapur. Bukan sekedar sebagai destinasi wisata, pulau ini juga merupakan tempat belajar bagi yang tertarik akan dunia konservasi kelautan.

Yuk Intip Kemolekan Wisata Bahari Pulau Mapur Bintan (2)
Terumbu karang dan pantai yang bersih di Busung – Pulau Mapur. (Foto: GenPi Bintan)

Anda pernah melihat Kima? Salah satu kerang laut dengan bentuk dan ciri paling unik di antara semua jenis kerang dan sering disebut sebagai kerang raksasa (giant clams). Nah, di Pulau Mapur Anda akan melihat begitu banyak kerang ini di penangkaran biota Kima (Tridacna sp) atau Taman Aquascape bawah laut hasil dari inisasi kelompok masyarakat dan Yayasan Ecology.

Selain menikmati keindahan bawah laut Pulau Mapur. Jamal biasanya membawa pengunjung untuk ikut berapartisipasi dalam aktifitas pelestarian lingkungan yaitu Transplantasi Karang. Bahkan setiap karang akan diberi tagging nama pengunjung itu sendiri, sebagai bentuk kenangan dan pengalaman menarik yang pernah dilakukan di Pulau Mapur.Selain itu, juga ada lokasi Eduwisata Penangkaran Penyu dari kelompok masyarakat Pulau Mapur. Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan keberadaan penyu dari ancaman kepunahan. Belum pernah melihat anak penyu alias tukik? Di Pulau Mapur Anda bisa melepas-liarkan tukik yang sudah menetas dan cukup umur ke alam bebas di pesisir pantai Pulau Mapur. Jika beruntung selain melihat penangkaran penyu dan release baby sea turtles, wisatawan juga akan diajak untuk melihat sensasi penyu bertelur (nesting turtles) pada malam harinya.

Mungkin Anda punya hobi berlari. Di Mapur juga terdapat even yang bernama Eco Run Mapur Island. Berlari melintasi jalur tracking sepanjang 5 km. Yang menarik dalam event itu, Anda akan merasakan semua pengalaman di atas. Serta menikmati hasil tangkapan nelayan setempat sembari menonton pertunjukan Seni Tari Tradisional Dangkong khas Melayu. Moleknya Pantai Belakang MapurPutih bersih, bagai tepung halus. Ya, inilah pasir di Pantai Belakang di Mapur. Berjalan di tepi pantai dengan air laut yang jernih, siapa sih yang tidak mau. Deburan ombak menghanyutkan suasana pagi hari, dengan langit cerah dengan awan putih bergumpal-gumpal. Meski belum familiar di telinga, ternyata pantai itu sudah dikunjungi oleh ribuan wisatawan mancanegara dari China dan Singapore. Bahkan, pantai itu disebut sebagai ‘surganya pantai’ yang tersembunyi. Karena lokasinya berada dibalik Pulau Mapur, yang berjarak jauh dari pemukiman warga Mapur.

Yuk Intip Kemolekan Wisata Bahari Pulau Mapur Bintan (3)
Hamparan pantai dengan berhiaskan bebatuan granit di Pantai Belakang Mapur. (Foto: GenPi Bintan)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bintan, Wan Rudy Iskandar mengatakan saat sebelum pandemi covid-19 terjadi, dalam satu hari bisa mencapai 1.000 wisman yang datang ke pantai belakang Mapur.

“Kebanyakan tamu yang datang merupakan dari PT. Agro. yang memang pantai ini dikelola olehnya. Perusahaan yang bergerak dibidang resort dan hotel di Bintan. Kini saat pandemi, wisman tidak lagi datang. Kita promosikan untuk wisatawan domestik saja dulu. Dengan mengikuti protokol kesehatan.” ucap Wan Rudy Iskandar.Musim Yang Tepat ke Pulau MapurBila ingin ke Mapur, Anda harus mengetahui musim yang tepat untuk berlibur kesini. Travelling Anda pun akan terasa sempurna karena cuaca yang mendukung untuk berpetualang.Jamal menyarankan untuk datang pada bulan April hingga November. Itu karena pada bulan tersebut ombak dan angin di laut tidak kencang. “Berbeda pada musim utara dan selatan. Angin dan ombak sangat kuat.” jelas Jamal.

Yuk Intip Kemolekan Wisata Bahari Pulau Mapur Bintan (4)
Bermain di Pantai Busung dengan hamparan pasir yang terlihat saat air surut saja. (Foto: GenPi Bintan)

Menuju Ke Pulau Mapur

Ada 2 cara utama menuju Pulau Mapur di Kabupaten Bintan. Pertama melalui jalur udara di bandara Raja Haji Fisabilillah Airport Tanjungpinang dan untuk jalur laut dengan masuk melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura, baik domestik ataupun internasional. Jika datang dari telaga punggur-Batam menuju Tanjungpinang dengan menaiki ferry ke Pelabuhan Sri Bintan Pura. Sedangkan pelabuhan Internasional berangkat dari Terminal Ferry Tanah Merah di Singapura dan Terminal Ferry Stulang Laut di Malaysia. Perjalanan ferry ini memakan waktu sekitar 1 jam dan terminal ferry Tanah Merah.Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan transportasi darat mobil/minibus/bus yang memakan waktu sekitar 30 menit menuju Teluk Bakau, pelabuhan penyeberangan ke Pulau Mapur. Transportasi yang digunakan adalah speedboat dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.

Homestay Pilihan Menginap di MapurJika Anda ingin berada lebih lama disini. Akomodasi yang dapat digunakan adalah homestay milik masyarakat. Selain membawa tamu, di rumah Jamal juga menyediakan homestay untuk mereka yang ingin menginap. Celoteh atau bahasa Melayu bisa Anda dengar secara langsung dari masyarakat setempat. Bahkan masakan khas penduduk bisa Anda cicipi.Jika ingin datang ngetrip ke Pulau Mapur, Anda dapat menghubungi Jamal (0821 3728 0007) atau bisa menghubungi Yayasan Ecology (0821-6991-6445).Kemanapun Anda berlibur, tetap selalu mengikuti protokol kesehatan dan selalu menjaga kebersihan. Jangan lupa, tidak membuang sampah ke laut. kumparan.com

 147 total views,  2 views today

Comments are closed.