logo

Staycation Jadi Penyelamat Bisnis Pariwisata di Bintan

Tren staycation pada masa pandemi Covid-19 menjadi tren di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Berwisata di dekat rumah itu, mendorong kenaikan okupansi resor.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, Wan Rudy Iskandar mengatakan, sejak September kunjungan wisatawan lokal terus meningkat, ditandai dengan meningkatnya pesanan pada resor-resor di Bintan, “Kami mencatat sejak awal bulan ini (September) kunjungan resort di Bintan naik 30 persen,” ujar Rudy kepada TEMPO, Selasa, 8 September 2020.

Rudy mengatakan, pada akhir pekan resor-resor di Bintan mulai penuh, meskipun hari-hari biasa masih sepi. Geliat pariwisata itu membuat resor yang tutup saat pandemi, kini mulai dibuka kembali, “Wisnus yang datang ke resor kebanyakan orang sekitaran Provinsi Kepri, seperti Batam, Tanjungpinang, dan lainnya,” kata dia.

Rudy melanjutkan, saat ini pegiat pariwisata fokus menggarap wisatawan domestik. Berbeda dengan masa-masa sebelumnya, wisatawan di Bintan didominasi turis mancanegara, “Tentu, kami terus meminta resor menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal, baik mewajibkan pengunjung jaga jarak, menggunakan masker, serta tidak datang dengan rombongan yang mencapai puluhan orang,” kata dia.

Rudy mengatakan, jumlah resor yang ada di Bintan sekitar 30 resor. Mereka diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, “Prinsipnya selamatkan karyawan terlebih dulu, yang penting jalan, yang penting bertahan saat ini,” ujar dia.

Salah satu pengelola resor di Bintan, Abdul Wahab, Group General Manager PT Bintan Resort Cakrawala mengatakan, staycation adalah satu satu paket promo yang dilakukan oleh pihaknya, untuk mendapat pengunjung.

“Staycation inilah yang sedang kami promosikan pada Juli, wisatawan domestik diharapkan bisa datang, karena pintu masuk wisatawan luar negeri belum dibuka,” ujar Abdul Wahab.

Setelah menawarkan paket staycation, PT Bintan Resort Cakrawala yang memiliki 2.000 kamar, melihat pergerakan okupansi. Pihaknya mencatat, pada akhir pekan kenaikan okupansi mencapai 30 persen. “Meskipun pada hari-hari biasa masih pada angka lima persen,” kata dia. Awalnya, Wahab menawarkan paket staycation Rp1 juta per kamar, lalu didiskon hingga 50 persen.

Pengamat pariwisata, Siska Mandalia sangat mendukung pelaku pariwisata menjadikan tren staycation sebagai peluang. Dengan memberi diskon, staycation bakal diminati.

Ket foto: Suasa kemping di New Marjoli Resort Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Septmber 2020. Sejak pandemi resor ini menawarkan penginapan dengan sistem kemah, dengan harga Rp55.000. TEMPO/Yogi Eka Sahputra

Sebenarnya staycation, adalah tetap liburan artinya liburan yang menetap, “Kalau orang Amerika dulu menyebutnya holistay, tren ini bahkan sudah ada sejak 2000-an, namun di Indonesia baru populer beberapa waktu belakangan ini,” katanya.

Dosen alumni manajemen pariwisata dari Chung Hua University, Taiwan itu meminta para pelaku wisata memanfaatkan tren tersebut. Dengan menggunakan platform daring, staycation di Bintan ia yakini makin banyak peminatnya. TEMPO.CO

 53 total views,  1 views today

Comments are closed.