logo

Bintan Siap Terima Wisman Lagi, Pertama di Indonesia

Bintan– Meski wabah virus corona (COVID-19) masih berlangsung. Namun, kawasan wisata Lagoi di Pulau Bintan, Provinsi Kepri sudah siap untuk dikunjungi wisatawan lagi dari berbagai penjuru dunia.

Konsep kawasan wisata yang terpisah dari permukiman warga dan eksklusif, menjadi salah satu sebab Lagoi sudah siap lagi.

Kesiapan Lagoi, untuk memulai lagi aktifitas industri pariwisata sudah disampaikan ke pusat. Saat rapat virtual yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu.

Pada rapat itu, Luhut mengatakan pemerintah sudah mulai merencanakan untuk melonggarkan di beberapa tempat..

Mungkin Bali, Manado, Yogyakarta atau mungkin Batam dan Kepri. Ditanyakan juga ke Bintan, apakah sudah ada rencana membuka aktivitas industri pariwisata dan kegiatan ekonomi lainnya di Bintan?

“Jawabnya ya. Bintan sudah siap. Dan, menunggu saja keputusan Kemenkumham Pengelola kawasan dan hotel-hotel di Lagoi hanya menunggu izin Kemenkumham yang membolehkan asing masuk ke Indonesia.

Juga bintan ke kawasan wisata Lagoi,” kata Kadisbudpar Bintan Wan Rudy Iskandar menjawab suarasiber.com, kemarin.

Wan Rudy, mengatakan untuk pariwisata di Bintan, khususnya di kawasan Lagoi sudah siap dari awal. Dan, menerapkan protokol Kesehatan baik di pintu masuk pelabuhan BBT lagoi maupun di hotel-hotel.

Semua sudah siap dengan protap COVID-19, sesuai standar WHO. Wisman dari Singapura juka dibuka akses pelabuhan dan izin masuk WNA ke Bintan, indonesia.

Untuk sementara relaksasi hanya di benarkan di dalam kawasan Lagoi saja, yang sudah siap dengan protapnya. Saat ini, banyak hotel di dalam kawasan wisata Lagoi yang sudah sangat siap.

Seperti, Club Med, Bintan Lagoon, Banyan Tree dan lainnya. Semua sudah siap sejak awal.

“Wisman yang masuk nanti tidak boleh ke luar kawasan Lagoi dan hanya di dalam kawasan lagoi yang sangat luas tersebut.

Karyawan juga akan hnaya berada dalam dormitory saja, tidak boleh ke luar kawasan. Kalau bergantian pakai shift yang diatur waktu di dalam dormitory beberapa minggu.

Jadi tidak ada kontak dengan luar untuk berjaga-jaga. Protap pemeriksaan pelabuhan juga akan ketat oleh KKP pelabuhan

Mudahan jika relaksasi sudah mulai, wisman akan mulai datang dengan jumlah yang juga diatur. Dibatasi tidak mengejar jumlah namun kualitas wisatanya,” jelas Wan Rudy. (mat)/suarasiber.com

 300 total views,  1 views today

Comments are closed.