logo

Unik dan Bersejarah, Dapur Arang Mirip Rumah Teletubbies di Bintan Layak Jadi Tujuan Wisata

Bintan– Desa Kuala Sempang, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan menyimpan potensi wisata yang besar. Oleh karena itulah Pemerintah Desa Kuala Sempang bertekad menjadikan desa tersebut sebagai desa wisata.

Beberapa objek wisata yang selama ini masih belum digarap dan familiar di kalangan masyarakat adalah dapur arang. Rumah atau tempat pembakaran arang di desa tersebut menarik untuk dijadikan objek wisata. Selain unik, dapur arang itu juga mengandung nilai sejarah dan budaya.

Suradji Tim Pendamping untuk menjadikan Desa Kuala Sempang sebagai desa wisata mengatakan dapur arang tersebut sangat potensial untuk dikembangkan menjadi objek wisata. Bangunannya yang unik menyerupai rumah Teletubbies, menarik untuk dikunjungi.

“Dapur arang ini juga bernilai budaya. Untuk membuat arang mereka masyarakat sejak dulu ternyata sudah menggunakan teknologi tradisional,” katanya, Rabu (09/01/19).

Di lokasi dapur arang terdapat empat dapur. Dua diantaranya masih bagus dan bisa digunakan. Dua lainnya sudah ditumbuhi pepohonan.

Menurut Suradji dua dapur yang ditumbuhi pepohonan tersebut usianya diperkirakan sudah ratusan tahun. Bahan baku bangunan dapur juga masih berupa tumpukan tanah liat. Saat ini kondiainua sudah mulai rusak karena ditumbuhi pepohonan.

Sedangkan dua dapur masih terlihat baru. Konstruksinya terbuat dari batu bata. Namun tetap bangunannya menyerupai Rumah Teletubbies tak memiliki rangka dan pilar.

“Dapur yang lama itu usianya ratusan tahun. Kalau dua dapur yang masih baru itu usianya baru beberapa tahun dan memang masih bisa digunakan. Tapi bangunannya sama dengan yang lama dan lubang angin atau untuk memasukkan kayu sama-sama menghadap ke laut,” kata dosen di Universitas Maritim Raja Ali Haji ini.

Dapur arang tersebut digunakan untuk membuat arang. Bahan baku yang digunakan adalah kayu bakau atau mangrove. Kemudian dibakar dalam dapur tersebut. Sehingga jarak dapur pun memang tidak jauh dari laut. Tinggi bangunan sekitar lima meter dan luas ruangan dalam diperkirakan cukup untuk dimasuki 20 orang.

Selain dapur arang, di desa tersebut juga masih memiliki petenis wisata lain. Ada bukit eskrim, danau biru yang juga potensial untuk dikembangkan jadi objek wisata.

“Kedepannya juga ada agro wisata di desa ini yang sedang disiapkan,” katanya. (kepridays.co.id)

2,792 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments are closed.