logo

Satu Pembalap Indonesia Berhasil Naik Podium

BINTAN – Event pariwisata tahunan Pemkab Bintan, Tour de Bintan 2018 yang ke-8 resmi dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur di Simpang Lagoi Sabtu (24/3). Untuk hari ini, adapun kategori yang diperlombakan yakni General Classification (GC) 175 Km, 144 Km Grand Fondo Clasic, dan 82 Km Challenge. 

Dalam acara pembukaan itu, Asman yang didampingi oleh Kajati Kepri, Asri Agung Putra, Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi, Bupati Bintan Apri Sujadi dan Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang tampak secara bergantian mengangkat bendera starting untuk melepas para pembalap sepeda Tour de Bintan 2018 yang ikut dalam tiga kategori yang diperlombakan itu.

Event olahraga yang memadukan keindahan wisata alam ini diikuti sedikitnya 1200 pembalap sepeda dari 48 negara. Bahkan untuk perhelatan tahun ini, angka itu mengalami peningkatan karena, event Tour de Bintan 2018 kembali masuk dalam kalender event UCI Gran Fondo World Championship, sebagai ajang untuk memeprebutkan medali UCI dan tiket bertanding di World Championship Grand Fondo UCI yang akan diselengarakan di Italy pada akhir Agustus mendatang.

Asman Abnur yang sempat ditemui disela-sela acara menyampaikan rasa ayng sangat bangga atas kesuksesan acara event skala internasional yang digelar di Bintan. Dimana menrutnya,  bahwa keterangan yang diperolehnya dari United Cycling Internasional (UCI) acara seperti ini hanya ada 2 yaitu Dubai dan Bintan.

“kalau event ini sukses kita (masyarakat) juga harus sukses. Sehingga  mampu meningkatkan  perekonomian masyarakat. sabut wisatawan kita dengan senyum, jaga keamanan dan kebersihan di tempat wisata kita,” ujar Asman.

Terpisah, Bupati Bintan Apri Sujadi yang juga ditemui mengatakan bahwa Tour de Bintan 2018 pecahkan rekor nasional dengan jumlah atlet peseda 1200 secara internasional. Jika digabungkan antara atlet, official dan media yang datang dari mancanegara berjumlah lebih dari 7000 orang yang berasal dari 48 negara. Menurutnya, tentu ini sangat berdampak pada peningkatan ekonomi Pemkab Bintan, dimana selama Pemkab Bintan selalu mengandalkan Pendapatan Asli Daerah dari potensi Pariwisata yang dimiliki Kabupaten Bintan.

“Jadai kalau saya hitung-hitung, 7000 orang yang datang kita bilang saja sehari menghabiskan Rp. 3 juta diluar hotel dan restoran, artinya sekitar Rp.20 miliar perputaran uang disini,” ujar Apri.

Kedepannya, Apri juga menyampaikan pihaknya sebagai Pemkab Bintan akan memperbanyak event-event wisata yang ada di Bintan yang mampu menarik para wisatawan untuk datang ke Bintan.

“Selain itu, meningkatkan infrastruktur dan kenyamanan di lokasi wisata lainnya yang ada di Bintan, sehingga bukan hanya Lagoi aja yang di kenal namun lokasi wisata lainnya seperti gurun pasir atau pantai trikora dan lainnya juga memiliki daua tarik sendiri. Karena kita mengandalkan pariwisata sebagai PAD kita, pariwisata bitnan mampu menyumbangkan 60 persen dari PAD Bintan,” pungkas Apri.

Hasil Lomba, satu Pembalap Indonesia Naik Podium

Sementara hasil perlombaan untuk seri di hari pertama ini yang memperlombakan tiga ajang kualifikasi yakni General Classification (GC) 175 Km, 144 Km Grand Fondo Clasic, 82 Km Challenge masih didominasi oleh pembalap dari luar negeri.

Untuk General Classification (GC) 1754 Km juar satu diraih oleh Gabriel Tan pembalap sepeda asal Singapore yang menorehkan waktu tercepat di sesi ini dengan catatan waktu 04:02:07.00, disusul pembalap asal Iggris, Benjamin Farnsworth dengan catatan waktu  04:02:54.00 dan diperingkat ketiga diraih oleh pembalap asal Czech Republic, Petr Lukosz yang menorehkan waktu finishnya 04:03:32.00.

Sementara untuk  kategori 144 Km Grand Fondo Clasic juga diraih Gabriel Tan pembalap sepeda asal Singapore dengan catatan waktu 03:37:44.30 disusul oleh Petr Lukosz pembalap asal Czech Republic dengan torehan waktu 03:37:46.56 dan diurutan ketiga diraih oleh Benjamin Farnsworth pembalap asal Igggris dengan waktu yang dicatatkan selama 03:37:47.78.

Dan utuk Kategori 82 Km Challenge, pembalap asal negara kita, Indonesia mampu menduduki podium juara meski di urutan kedua yakni, Erdiansyah Erdiansyah dengan torehan waktu 02:25:09.87 sementara di puncak juara dalam klasemen ini di raih oleh Thomas Schulz pembalap asal Jerman dengan raihan waktu lebih cepat selama 02:23:55.23 dan diurutan ketiga diraih oleh Rick Pratt pembalap asal  Australia dengan catatan waktu 02:27:34.71.

Erdiyansah yang semapt ditemui usai berhasil naik podium juara diurutan kedua dalam kategori  82 Km Challenge mengaku sangat bangga bisa tampil di podium mengalahkan pembalap asal luar negeri. Pria yang berprofesi sebagai mekanik sepeda di salah satu bengkel sederhana di kawasan Batu 10 Tanjungpinang mengaku mempersiapkan ajang ini, ia telah berlatih selama setahun terakhir karena hobbynya akan dunia sepeda.

“Bersyukur sekali, saya baru aktif berlatih sepeda sejak setahun lalu. Saya tertarik dengan olah raga sepeda karena sehari-hari pekerjaan saya adalah mekanik sepeda, kedepannya saya berharap para pesepeda tanah air bisa semakit semangat dan termotifasi untuk mengikuti berbagai event dunia,” ujarnya.

218 kali dilihat, 11 kali dilihat hari ini

Comments are closed.