logo

Santia Tri Kusuma Jadi Pebalap Wanita Tercepat Tour de Bintan 2018

Bintan – Santia Tri Kusuma menjadi pebalap sepeda wanita berusia 35-39 tercepat dari 43 negara di Kategori Gran Fondo Classic Tour de Bintan 2018 yang digelar oleh Pemkab Bintan dan PT Bintan Resort Cakrawala (BRC), Sabtu (24/3/2018).

Wanita dengan nomor punggung 48 ini berhasil menyelesaikan trek sejauh 144 Km dengan catatan waktu 04 jam, 12 menit dan 23 detik. Dengan keberhasilan ini dirinya berhak mendapatkan tiket emas untuk mengikuti balap sepeda Series World Championship di Italia pada Agustus 2018 mendatang.

Di posisi kedua diraih oleh Julie Pickler dari Amerika Serikat. Wanita bernomor punggung 38 ini berhasil mencatat waktu finish 4 jam, 12 menit dan 23 detik. Sedangkan di posisi ketiga berada di tangan atlet asal Jerman, Jenny Neuse. Wanita bernomor punggung 62 ini berhasil finish dengan catatan waktu 4 jam, 12 menit dan 23 detik.

“Capek, tapi sudah terobati dengan keberhasilan ini,” ujar Santia usai menerima piala dan medali juara pertama di kelasnya dari Staf Ahli Kemenpar RI.

Atlet Indonesia kelahiran Malang, 27 April 1981 itu mengaku baru pertama kali mengikuti Event Tour de Bintan. Namun, dirinya percaya bisa menaklukan seluruh tantangan dan rintangan dalam event Series World Champion Asia ini.

Dengan rasa kepercayaan itu membuat ambasador Club Matador Racing ini memilih kategori bergengsi dalam Tour de Bintan. Menurut PNS Dispar DKI tersebut, bahwa pilihan ini adalah sebuah tantangan baru baginya.

“Semua rintangan bisa saya lalui. Tapi satu tantangan yang buat saya kualahan yaitu cuaca panas. Inilah yang menguras tenaga karena saya sering latihan di pagi hari,” jelasnya.

Menurut dia, jalur lintasan yang disediakan dalam event ini banyak rintangan. Namun, semuanya tak akan terasa karena sedikit demi sedikit terobati oleh suguhan keindahan alam yang berada di sisi kanan dan kiri jalur.

“Jalurnya sangat menarik. Saya yakin peserta yang ikut juga merasakan hal yang sama,” katanya.

Dia merasa bangga berhasil finish diurutan pertama kelas wanita Kategori Gran Fondo Classic ini. Karena selain kategori ini menjadi unggulan dari lainnya juga mampu mengantarkannya untuk ke perlombaan selanjutnya di Italia.

Namun sebelum dia menginjakan kakinya untuk berlomba disana. Diharapkan ada sponsor yang mendukungnya agar usahanya mengharumkan nama bangsa disana bisa lebih maksimal.

“Saya akan berlomba di Italia. Semoga saja ada sponsor yang mendukung saja ke sana,” ucap atlet yang mengoleksi beberapa mendali di olahraga balap sepeda tingkat dunia tersebut./BATAMNEWS

261 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Comments are closed.