logo

Pantai Perawan itu Bernama Baduy

Subuh menjelang. Udara sejuk menusuk kulit. Namun beberapa  orang sudah berdiri di tepi Pantai Batu Duyung (Baduy). Suguhan panorama matahari terbit menjadi suguhan di awal hari.

Kawasan itu masih ‘perawan’. Wajar saja, lokasinya cukup terpencil. Berada di Kecamatan Bintan Timur, Kelurahan Sei Enam, akses menuju Pantai Batduy ini begitu sulit. Selain itu, jauh dari mana-mana.

“Ini yang kedua kalinya saya datang. Pertama itu beberapa waktu lalu pada malam hari. Sekarang pun datangnya malam lagi.” ujar Setio Budi, salah satu pengunjung pantai ini.

Sabtu (23/2), Setio mengunjungi tempat ini bersama rekan-rekannya. Mereka adalah anggota komunitas Jeep di Tanjungpinang dan Bintan. Kondisi jalan yang ekstrim dirasa pas untuk menjajal kemampuan mobil-mobil gagah mereka. Bersama mereka, ikut pula beberapa anggota komunitas motor.

Layaknya di pantai, tentu saja mereka bersantai. Makan ikan sambil gitaran. Beberapa duduk beralaskan pasir pantai. Sementara yang lain duduk di pelataran. Suasana tenang membuat mereka larut dalam kedamaian.

“Sekarang tempat ini masih dalam pengerjaan. Mungkin nanti ini akan jadi tempat santai baru yang jauh dari kebisingan. Memang jalannya sulit. Tapi kita akan suguhkan pemandangan indah, ” tukas Ayip, pengelola Baduy.

Lebih lanjut Ayip mengatakan, untuk ke lokasi ini memang perlu menggunakan kendaraan yang lebih tangguh. Karena jalannya tidak rata, masih berupa tanah bauksit dan terjal. Terlihat banyak lubang-lubang seperti jalur air mengalir. Jika tidak berhati-hati dan rem kendaraan yang berfungsi dengan baik akan tergelincir.

Namun begitu, panorama alam di kawasan ini begitu spektakuler. Pemandangannya unik, lantaran pantai ini berada di jalur lalu lintas laut yang bersandar di Pelabuhan Kijang.

“Jika datang kesini berbarengan jadwal kapal masuk atau berangkat, kita akan melihat kapal berlayar. Kapalnya besar. Seperti kapal Pelni Bukit Raya. Lebih bagusnya itu waktu malam. Suasana gelap, yang terlihat itu lampu-lampu kapal bersinar,” tutup Ayip./genpi.co

552 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Comments are closed.