logo

Objek Wisata Mangrove Bintan Jadi Kandidat API 2018, Voting 1 Juni

Kabupaten Bintan kembali masuk dalam penilaian daerah yang memiliki objek wisata yang indah, alami dan berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Objek wisata itu adalah hutan bakau atau mangrove yang berada di Sungai Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluksebong.

Mangrove Bintan ini telah masuk ke dalam daftar nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 Kategori Ekowisata. Penilaian atau voting dalam API ini akan dibuka secara resmi 1 Juni mendatang.

“Iya benar mangrove daerah kita masuk nominasi. Penilaian atau votingnya dilakukan beberapa hari lagi, tepatnya 1 Juni 2018,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bintan, Luki Zaiman Prawira, kemarin.

Tentunya, kata dia, Pemkab Bintan merasa senang kalau ekowisata mangrove daerah ini terus masuk nominasi dalam berbagai ajang nasional maupun internasional.

Luki berharap penilaian atau voting yang dilaksanakan dalam kompetisi API tahun ini dapat dilakukan dengan lebih baik dan objektif. Karena dengan penilaian yang benar, daerah yang terpilih akan memiliki semangat untuk terus bebenah. Kemudian wisata itu mampu menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi.

“Penilaian ini juga termasuk sebagai sarana promosi wisata daerah kita,” katanya.

Sementara itu, PT Bintan Resort Cakrawala selaku pengelola objek wisata mangrove di Bintan mengaku jika hutan bakau yang berada di Kecamatan Teluk Sebong ini sangat terjaga dan terlindungi. Sehingga mangrove yang ada di wilayah ini merupakan terbaik se-Indonesia bahkan Asia Tenggara.

“Hutan bakau disini masih alami dan hijau. Seperti yang ada di Sebong Lagoi menjadi yang terbaik, tidak hanya diakui oleh wisatawan, tapi juga dunia,” ucap Manager CD PT BRC, Machsun Asfari.

Mangrove Bintan ini telah menjadi objek wisata yang digemari wisatawan mancanegara dan lokal ketika menginap di Bintan. Bahkan kunjungan wisatawan ke objek ini mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Tiap tahun sampai puluhan ribu wisatawan yang menikmati keindahaan objek wisata ini,” tutupnya. batamnews.co.id

310 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Comments are closed.