logo

Jajali Wahana ATV, Tour Mangrove dan Kemah

Liburan ke Pulau Bintan, belum lengkap rasanya jika belum singgah di Desa Wisata Toapaya Selatan di Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan.

Desa ini menawarkan kawasan ekowisata dengan sejumlah wahana di lahan perkebunan durian di Kilometer 17 Desa Toapaya Selatan.

Pengelola kawasan Ekowisata Alam Toapaya Selatan (Tosela), Yogi Alfian menuturkan, ada beberapa wahaha yang bisa dinikmati wisatawan di kawasan ekowisata Alam Toapaya Selatan ini.

Bagi wisatawan yang berkeinginan memacu adrenalin dan keberanian bisa mencoba wahana ATV di lahan perkebunan bak arena balapan. Tarif wahana ATV sebesar Rp 1.000 / menit.

Ada juga wahana wisata tour mangrove. Wahana ini mengajak wisatawan berkeliling Hutan Bakau di Desa Toapaya Selatan.

Caranya, wisatawan bisa menyewa boat maksimal 1 grup terdiri  5 orang dengan tarif Rp 30 ribu / kepala.

Tak kalah menariknya ada juga wisata kemah di kawasan ekowisata Alam Toapaya Selatan.

“Ekowisata ini kerja sama BUMDes dengan pemilik lahan. Jadi kami memanfaatkan lahan perkebunan durian menjadi kawasan Ekowisata Alam Toapaya Selatan,” kata dia mengakui sudah ada wisatawan mancanegara dari Singapura yang berlibur ke sini.

Sementara itu, sektor pariwisata di Bintan terus menggeliat setiap tahunnya. Tahun 2018, kunjungan turis mancanegara ke Kabupaten Bintan juga melebihi dari angka yang telah ditargetkan secara nasional maupun daerah. Bahkan, untuk tahun 2018 angka kunjungan Warga Negara Asing (WNA) ke Bintan juga meningkat 40 persen jika dibandingkan di tahun 2017.

Beberapa lokasi destinasi wisata yang berbasis alam sejumlah desa-desa di Bintan juga mulai berkembang dengan sendirinya. Sebut saja, wisata yang berlatar alam seperti di Desa Ekang Anculai dan Desa Toapaya Selatan.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Bintan Apri Sujadi mengharapkan agar beberapa desa hendaknya juga mulai berbenah dengan menyiapkan potensi wisata yang berbasis alam. Karena sesungguhnya masih banyak desa yang belum memanfaatkan potensi tersebut.

“Bintan unggul dengan potensi wisata. Bahkan PAD juga 50 persen nya berasal dari sektor pariwisata. Maka, pemanfaatan potensi ini masih bisa dimaksimalkan lagi, kita perlu banyak spot-spot pariwisata baru di desa-desa khususnya yang berbasis alam yang bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.

Dikatakannya juga bahwa hingga saat ini, Kawasan Pariwisata Lagoi masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Bintan. Hal tersebut dikarenakan, beberapa konsep wisata berbasis sport tourism yang digelar secara rutin mulai dari Tour de Bintan, Triathlon Bintan, Ironman 70.3 Bintan, International Bintan Marathon, Bintan Moon Run, Wonderfull Indonesia Bintan Golf Challenge, Sail to Bintan hingga  Festival Jetski Internasional.

“Ini belum lagi dengan angka kunjungan Kapal Pesiar Dream Cruise setiap pekannya. Secara perlahan-lahan kita mulai menyiapkan maket penyebaran wisatawan tersebut, agar tidak hanya bergerak di kawasan Lagoi saja,” ujarnya optimis. (met)/batampos.co.id

845 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Comments are closed.