logo

Gabriel Tan dan Tri Kusuma Raih Tiket Emas ke Ajang Seris Wolrd Championship di Italia.

Bintan – Atlet asal Singapura Gabriel Tan mencatat waktu tercepat dalam Tour de Bintan 2018, dalam kelas Gran Fondo Classic 144 km. Dengan catatan waktu ini, Gabriel berhasil meraih tiket emas untuk melaju ke ajang lomba balap sepeda Series World Championship di Italia pada Agustus 2018 mendatang.

“Total waktu yang dicapai oleh, Gabriel adalah 3 jam 37 menit 44 detik. Hal ini membawanya menjadi sebagai juara, di Tour de Bintan 2018,” beber Kapala Dinas Pariwisata Bintan, Luki Zaiman Prawira di Simpang Lagoi, Minggu (25/3/2018).

Dibelakang Gabriel, disusul oleh pembalap asal Republik Ceko, yakni Petr Lukosz dengan total waktu 3 jam, 37 menit dan 46 detik. Sedangkan pebalap sepeda di posisi ketiga dengan catatan waktu 3 jam 37 menit 47 detik diraih Benjamin Farnsworth dari Inggris.

Sementara untuk kategori Gran Fondo Challenge 82 kilometer, dimenangkan oleh atlet Jerman, Thomas Schulz dengan catatan waktu 2 jam, 23 menit 55 detik. Posisi kedua diraih oleh Erdiansyah, pria asal Tanjungpinang dengan nomor punggung 1030 ini, mencatatkan waktu 2 jam, 25 menit9 detik.

“Posisi ketiga diraih oleh pebalap asal Australia, Rick Pratt dengan mencatatkan waktu 2 jam 27 menit 4 detik,” sebut Luki.

Untuk katagori wanita, di kelas Grand Fondo Classic 144 km diraih atlet asal Malang, Jawa Timur yakni Santia Tri Kusuma dengan catatan waktu 4 jam 12 menit 23 detik.

“Sebagai pebalap tercepat wanita, ia berhak mendapatkan tiket emas untuk melaju di ajang balap sepeda Series World Championship di Italia pada Agustus 2018 mendatang,” kata Luki.

Di posisi kedua diraih oleh Julie Picker asal Amerika Serikat dengan catatan waktu 4 jam, 12 menit 23 detik. Disusul pebalap ketiga masuk garis finish, yakni pebalap asal Jerman, Jenny Neuse dengan catatan waktu 4 jam, 12 menit 23 detik.

Tri Kusuma usai menerima medali juara yang diserahkan oleh Staf Ahli Kemenpar RI Ratna Sari Santia mengatakan, perjuangannya terobati dengan keberhasilan ini.

Wanita kelahiran 27 April 1981 ini mengaku baru pertama kali ikut TdB 2018, namun tidak percaya jika bisa menaklukkan rintangan dan tantangan dalam lintasan balap sepeda TdB 2018.

“Banyak rintangan, namun jalurnya sangat menarik karena sedikit demi sedikit terobati keindahan alam yang ada di sisi kanan dan kiri lintasan,” katanya./BATAMTODAY

532 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments are closed.