logo

Festival Keter Bintan, Dimeriahkan Lebih 400 Jong

Bintan-Festival  Keter Bintan yang diselenggarakan di Kelurahan Tembeling Tanjung Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (8/3) pagi, berlangsung meriah. Sebanyak 20 kelompok dengan lebih 400 jong (sampan layar) dari Batam, Tanjungpinang dan Bintan turut memeriahkan festival di tahun ketiganya.

Ketua Panitia Festival Keter Bintan, Muhammad Nur menyampaikan, ini merupakan tahun ketiga. Dimana, tahun pertama, festival Keter Bintan dilakukan swadaya masyarakat.

“Tahun kedua dan ketiga baru dibantu APBD,” kata lelaki yang akrab disapa Mamat ini. Dia menjelaskan, festival ini selain memperlombakan jong, juga akan dimeriahkan permainan rakyat dan festival dangdut.

Permainan rakyat mulai lomba panjat pinang di air dan gebuk bantal. “Kita selenggarakannya di hari ketiga, malamnya diakhiri festival dangdut,” jelasnya.

Dia berharap, festival ini bisa melestarikan permainan Jong yang menjadi budaya turun temurun masyarakat Melayu.

“Kita juga ingin daerah kita berkembang menjadi destinasi wisata di Bintan,” tutup dia.

Sementara Ujang, salah satu peserta lomba Jong mengatakan, dia sudah sering mengikuti lomba Jong.

“Setelah ini, kami akan ke Batam. Karena ada festival Jong di Batam,” kata warga Batu 8 Tanjungpinang ini.

Dia juga mengisahkan bahwa permainan Jong sudah ada sejak lampau. Saat itu, dimainkan anak-anak nelayan. Dulunya Jong dibuat seadanya saja dengan layar plastik.

Namun, saat ini Jong sudah dibuat rapi dan dikemasi layar kain warna warni. “Main Jong sangat menarik, apalagi kalau angin kencang,” tutup dia.

Konon sejarah permainan Jong tersebut berasal dari sebuah kegiatan ritual. Pada jaman dulu orang-orang dari etnis Tionghoa sering memberikan sesaji ke tengah lautan. Dalam sesaji tersebut terdapat sebuah kue bernama Jong Kong. Sesaji tersebut dibawa dengan sebuah perahu kecil hingga hanyut tak terlihat lagi.

Perahu mini tersebut justru menarik perhatian orang Melayu yang melihatnya. Kemudian oleh orang Melayu perahu tersebut dijadikan sebagai permainan yang menyenangkan. Nama permainannya diambil dari ritual Jong yang dilakukan oleh etnis Tionghoa.

Sementara itu, Asisten perekonomian dan pembangunan Kartini usai membuka festival mengatakan agenda tersebut merupakan wujud perhatian pemerintah daerah atas usaha pelestarian seni dan budaya.

Menurutnya, permainan perahu layar Jong merupakan permainan rakyat asli Melayu Bintan yang secara turun temurun sering diselenggarakan. Hal menarik lainnya, permainan perahu Jong tersebut juga mampu menarik perhatian wisatawan.

Permainan perahu layar Jong merupakan permainan rakyat khas Melayu Bintan yang secara turun temurun sering diselenggarakan. Kabupaten Bintan kaya dengan seni dan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dan juga bahwa permainan perahu layar Jong memiliki keunikan tersendiri, dimana perahu Jong dibuat dengan kayu pilihan, dengan panjang 1,5 meter dan layar mencapai 2 meter.

Ditambahkannya juga bahwa, agenda Festival Jong Race menjadi salah satu kalender pariwisata Kabupaten Bintan, guna menarik kunjungan wisatawan. (met)batampos.co.id

1,020 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Comments are closed.