logo

Ekowisata Toapaya Selatan Dibuka, Bisa Berkemah, Susuri Bakau hingga Balap ATV

BINTAN – Pernah menyabet Desa Terbaik 3 Nasional Tahun 2017 di Regional Wilayah Sumatera, Toapaya Selatan (Tosela) semakin memantapkan diri sebagai desa wisata di Kabupaten Bintan, Kepri. Bahkan sejak dua minggu lalu, desa ini membuka ekowisata di lahan seluas 30 hektare.

Kawasan wisata alam ini bisa ditempuh dari Simpang Lintas Barat ke arah Ceruk Ijuk. Dari lintas barat hanya beberapa kilometer di sebelah kiri ada permukiman, nah hutan wisata Tosela ada di depan perumahan tersebut. Dari total 30-an hektare lahan yang ada, belum ada sebagian yang diolah menjadi wahana wisata.

Baru dua minggu dibuka, namun anino masyarakat cukup tinggi. Wahana yang sudah bisa dinikmati ialah balap dengan ATV, motor roda empat yang belakangan sedang tren. Sementara bagi penjelajah, bisa menyusuri hutan bakau dengan perahu bermuatan 5 dan 7 orang. Atau suka memacu adrenalin, bisa mencoba Flying Fox.

“Kami memang ingin orang mengenal Toapaya Selatan sebagai desa wisata,” tutur Kepala Desa Toapaya Selatan, Suhendar kepada suarasiber.com, Ahad (10/2/2019) pagi di lokasi wana wisata Tosela.

Semua properti yang dipakai dibeli dari dana desa, sedangkan pengelolaan tempat wisata diserahkan kepada BUMDes Toapaya Selatan.

Lahan seluas 30 hektare yang bisa diolah menjadi kawasan wisata ini selain tanah desa juga ada pinjaman warga yang menyerahkannya untuk dikelola sebagai tempat wisata. Semuanya diputuskan melalui rapat bersama.

Suhenda yang sudah tiga periode menjabat ini tahu bahwa pariwisata sedang naik daun di mana-mana. Ditambah gampangnya promosi di medsos oleh para pengunjung, maka lahirlah wisata alam di desanya. Ternyata pendapatannya signifikan, padahal belum lama dibuka untuk umum.

“Kami kerja sama dengan sejumlah travel. Kemarin datang tamu Singapura dan komunitas wisata Batam. Namun yang dari Singapura belum bisa kami layani karena membawa rombongan cukup banyak, sementara wahananya baru soft opening,” imbuh Suhenda.

Ketua BPD Toapaya Selatan, Zulkifli yang hari itu juga hadir di lokasi mengatakan, saat ini BUMD terus melakukan kajian selama pembukaan tempat wisata. Satu demi satu masukan pengunjung dicatat lalu dibahan. Sebagai contoh, tahun ini bakal ada penambahan 10 ATV mengingat antreannya tak putus dan masih banyak yang tak sempat naik saat tempat wisata ditutup jam 17.00 WIB.

Ke depan ekowisata ini akan dilengkapi kebun buah, homestay, gazebo, kolam renang, sepeda gunung dan toko suvenir.

Ekowisata Toapaya Selatan juga membuat sejumlah pedagang gembira. Ketua PKK Desa Toapaya Selatan, Enci Suhendar mengatakan warga diperbolehkan berjualan dengan syarat jenis dagangannya tidak sama.

Sejumlah pengunjung yang dimintai keterangan memperkirakan susur hutan mangrove bakal diminati lantaran dengan Rp15 ribu per kepala bisa menjelajah perairan hutan bakau hingga madong lalu memutar lagi.

“Atau mau berkemah di sini bisa, biayanya Rp15 ribu per tiga jam,” ujar staf Kelurahan Toapaya Selatan, Alexander yang dibenarkan tokoh masyarakat, Frans.

Yuk seru-seruan di ekowisata Toapaya Selatan.- suarasiber.com

365 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Comments are closed.