logo

Yachter 30 Negara: I Love Bintan, Next Year I Will be Back

Bintan – Para Yachter dari 30 negara yang mengikuti Sail To Bintan 2017 ini mengaku puas dan kagum dengan semua yang diberikan oleh PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) dan Pemkab Bintan. Mulai dari pertunjukan budaya tradisional, objek wisata alam hingga pelepasan tukik (babby turtel).

“Saya cinta dengan Bintan. Tahun depan saya akan kembali lagi kesini. Bahkan membawa banyak rekan-rekan,” ujar. Eric salah satu peserta Yachter asal California, Amerika Serikat saat acara puncak Sail To Bintan di Halaman Warung Yeah, Lagoi Bay, Kawasan Pariwisata Lagoi, Sabtu (21/10/2017) malam.

Eric mengaku awalnya dia enggan menginjakkan kakinya ke Indonesia, khususnya di Bintan. Karena isu yang berkembang dari negaranya mengatakan Indonesia penuh dengan rasis dan masyarakatnya tidak harmonis.

Namun, dia tidak percaya begitu saja sebelum mencoba. Dengan rombongan yachter lainnya dia belayar dari Amerika Serikat untuk mengikuti acara gabungan antara Sail To Bintan dan Sail To Indonesia ini.

“Setelah 2,5 tahun keliling dunia. Saya tak mikir panjang lagi dan mengikuti acara ini,” katanya. Nyatanya yang dirasakan malah sebaliknya. Indonesia telah memberikan pengalaman unik bagi para yachter. Alamnya indah, budayanya beragam dan unik sekali serta masyarakatnya ramah dan sopan santun.

“Ternyata ada rasa baru yang timbul dalam kombinasi antara berlayar dan berwisata disini. Menyenangkan dan sangat mengagumkan berada di Bintan. Inilah yang akan membuat saya kembali lagi,” bebernya. Kepala Dinas Pariwisata (Dipar) Bintan, Luki Zaiman Prawira mengatakan acara untuk para yachter di Bintan sudah yang keempat kali dilaksanakan. Namun baru dua tahun terakhir ini acara tersebut disempadankan dan diselenggarakan secara resmi.

“Acara penggabungan Sail To Bintan dan Sail To Indonesia baru dilakukan sejak 2016 sampai 2017 ini. Namun setiap tahunnya program yang dilaksanakan berbeda,” ujarnya.

Khusus di tahun ini, para yachter dibawa mengelilingi Pulau Bintan. Mereka menikmati berbagai pertunjukkan mulai dari seni budaya seperti tarian tradisional dan lomba prahu jong dan layang-layang. Kemudian diajak menyelam dan bermain sampan cano di Pulau Beralas Pasir serta mengelilingi hutan mangrove.

“Jadi tak hanya menyuguhkan keindahan alam di resort-resort saja. Tapi kami membawa dan mengenalkan mereka terhadap budaya dan alam yang ada diseluruh pulau ini,” katanya.

Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab mengatakan acara ini sangat berdampak pada peningkatan kunjungan serta perputaran ekonomi masyarakat. Sebab para yachter tidak sekedar bermain di resort Lagoi saja tetapi keluar mengelilingi Pulau Bintan.

“Jadi selain kunjungan meningkat. Perputaran keuangan di luar Lagoi juga besar. Karena para yachter belanja aksesoris dan lainnya di luar,” katanya.

Sebenarnya, kehadiran para yachter ke Bintan tidak hanya di acara Sail To Bintan ini saja. Melainkan hampir setiap pekan, 15-20 rombongan kapal yacht berlabuh jangkar di Lagoi. Mereka semua dari beberapa penjuru negara.

Maka, dia menginginkan agar Sail To Bintan 2018 mendatang lebih banyak pesertanya dibandingkan tahun ini. Jika bisa peserta dari seluruh benua di dunia datang ke Bintan.

“Event ini telah menjadi agenda rutin. Tahun ini, diikuti Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Australia, Singapura dan beberapa negara Eropa. Kalau tahun depan kita mau seluruh dunia datang kesini,” tutupnya. http://batamnews.co.id

294 total views, 20 views today

Comments are closed.